← Kembali ke https://cyrustimes.com/

Respons Laporan, PUPR Bersihkan Drainase Jalan Pilau

https://cyrustimes.com/ • 07 May 2026 02:03
Respons Laporan, PUPR Bersihkan Drainase Jalan Pilau

Aduan warga lewat aplikasi Lapor ditindaklanjuti dengan pengangkatan lumpur, sampah, dan tanaman liar dari saluran drainase.

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palangka Raya menindaklanjuti aduan warga terkait kondisi drainase di Jalan Pilau yang tersumbat sampah, lumpur, dan tanaman liar.

Aduan tersebut disampaikan warga melalui aplikasi Lapor. Pemerintah kemudian menurunkan tim teknis untuk membersihkan saluran agar aliran air kembali lancar.

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Palangka Raya, Fahrial Anchar, mengatakan penanganan dilakukan setelah laporan warga masuk ke pemerintah kota.

“Begitu laporan masuk, kami langsung melakukan penanganan di lapangan melalui Tim UPTD Peralatan dan Pemeliharaan Rutin,” ujar Fahrial, Kamis, 7 Mei 2026.

Lumpur dan Sampah Diangkat

Tim UPTD Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Dinas PUPR membersihkan saluran drainase secara menyeluruh. Petugas mengangkat endapan lumpur, sedimen, sampah, serta tanaman liar yang menutup aliran air.

Kondisi drainase yang tersumbat dapat mengurangi kapasitas tampung saluran. Jika hujan deras turun, air berisiko meluap ke badan jalan atau permukiman sekitar.

Karena itu, pembersihan drainase menjadi langkah penting untuk mencegah genangan dan mengurangi potensi banjir lingkungan.

Fahrial menyebut, pembersihan ini masuk dalam program operasi dan pemeliharaan drainase rutin di Kota Palangka Raya.

Antisipasi Genangan Saat Hujan

PUPR menilai drainase yang bersih menjadi syarat penting agar sistem pembuangan air kota berfungsi maksimal.

Ketika saluran dipenuhi lumpur dan sampah, aliran air akan melambat. Kondisi itu dapat memicu genangan, terutama saat intensitas hujan meningkat.

“Dengan saluran yang bersih, aliran air kembali lancar dan kapasitas tampung drainase dapat berfungsi maksimal seperti semula,” kata Fahrial.

Selain mengurangi risiko genangan, pembersihan drainase juga berdampak pada kualitas lingkungan. Saluran yang mampet kerap menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sumber masalah kesehatan bagi warga sekitar.

Aduan Warga Perlu Ditindak Cepat

Penanganan di Jalan Pilau menunjukkan pentingnya kanal pengaduan publik dalam mengawasi kondisi infrastruktur lingkungan.

Aplikasi Lapor menjadi salah satu sarana bagi warga untuk menyampaikan keluhan kepada pemerintah. Namun, efektivitas kanal tersebut sangat bergantung pada kecepatan pemerintah menindaklanjuti laporan di lapangan.

Dalam kasus drainase Jalan Pilau, respons cepat Dinas PUPR menjadi langkah yang perlu dijaga konsistensinya. Infrastruktur lingkungan seperti drainase sering kali luput dari perhatian hingga muncul genangan atau banjir.

Padahal, saluran air yang terawat dapat mencegah kerusakan jalan, mengurangi risiko banjir, dan menjaga kenyamanan permukiman.

Warga Diminta Tidak Buang Sampah

Fahrial juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kebersihan saluran drainase. Pemerintah dapat melakukan pembersihan, tetapi penyumbatan akan kembali terjadi jika warga masih membuang sampah sembarangan.

Kesadaran warga menjadi bagian penting dari pemeliharaan infrastruktur lingkungan. Sampah rumah tangga, plastik, dan tanaman liar yang dibiarkan menumpuk dapat menutup aliran air dalam waktu singkat.

Pemerintah kota berharap masyarakat ikut merawat drainase di sekitar permukiman masing-masing. Kolaborasi antara pemerintah dan warga dibutuhkan agar saluran tetap berfungsi baik, terutama menjelang musim hujan.

Pembersihan drainase Jalan Pilau menjadi pengingat bahwa persoalan kecil di lingkungan bisa berkembang menjadi masalah besar jika tidak segera ditangani. Saluran yang lancar bukan hanya urusan teknis, tetapi juga bagian dari perlindungan warga dari genangan, banjir, dan lingkungan tidak sehat.

Sumber: https://cyrustimes.com/
Baca Artikel Asli