← Kembali ke https://cyrustimes.com/

Harga Bapok Palangka Raya Dipantau

https://cyrustimes.com/ • 14 April 2026 20:08
Harga Bapok Palangka Raya Dipantau

DPKUKMP Palangka Raya turun ke Pasar Besar untuk memastikan stok aman dan mencegah lonjakan harga tak wajar.

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian memantau harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan stok kebutuhan pangan tetap tersedia dan harga di pasaran tidak bergerak di luar batas wajar.

Plt Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, mengatakan pihaknya turun langsung ke Pasar Besar sebagai salah satu pusat perdagangan utama kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami melakukan pemantauan langsung ke Pasar Besar sebagai pasar utama yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok di masyarakat Palangka Raya,” kata Samsul.

Harga Masih Batas Wajar

Samsul menyebut pemantauan harga menjadi langkah rutin pemerintah daerah untuk membaca pergerakan harga di lapangan secara langsung.

Menurutnya, pengawasan seperti ini penting agar pemerintah dapat mengambil langkah cepat jika terjadi lonjakan harga, gangguan distribusi, atau indikasi kelangkaan bahan pokok.

“Pemantauan ini penting untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok sekaligus mengantisipasi adanya fluktuasi harga yang tidak wajar. Hasilnya harga masih dalam batas wajar,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah komoditas pangan utama masih tersedia di pasaran. Harga beras medium tercatat Rp14.000 per kilogram, sedangkan beras premium Rp15.000 per kilogram.

Gula pasir berada di kisaran Rp17.500 per kilogram. Telur ayam ras tercatat Rp30.000 per kilogram, daging ayam ras Rp40.000 per kilogram, dan Minyakita Rp15.700 per liter.

Cegah Penimbunan Barang

Selain memantau harga, DPKUKMP juga mengawasi ketersediaan barang di pasar. Langkah ini bertujuan mencegah praktik penimbunan oleh pihak tertentu yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga.

Samsul menegaskan, pemerintah daerah perlu hadir lebih awal sebelum masalah harga berkembang menjadi beban bagi masyarakat.

Dengan pemantauan rutin, pemerintah dapat mendeteksi pergerakan harga, memeriksa distribusi barang, serta berkoordinasi dengan pihak terkait jika ditemukan gangguan pasokan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat. Ketika harga pangan naik terlalu tinggi, kelompok rumah tangga berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling cepat merasakan dampaknya.

Stabilitas Harga Jadi Perhatian

Pemko Palangka Raya menempatkan stabilitas harga bahan pokok sebagai salah satu perhatian utama. Harga pangan memiliki dampak langsung terhadap pengeluaran harian masyarakat dan inflasi daerah.

Karena itu, pengawasan pasar tidak cukup dilakukan hanya menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah perlu menjaga pemantauan secara berkala agar pergerakan harga dapat dibaca lebih cepat.

Samsul mengatakan pemantauan lapangan menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar, pemerintah dapat menyiapkan langkah lanjutan, termasuk koordinasi distribusi, pengawasan stok, hingga kemungkinan intervensi pasar sesuai kebutuhan.

Masyarakat Diminta Tidak Panik

Kondisi harga bahan pokok yang masih dalam batas wajar diharapkan dapat membuat masyarakat tetap tenang. Pemerintah juga meminta warga tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu tekanan pasokan di pasar.

Pedagang dan distributor juga diharapkan menjaga kelancaran distribusi barang. Ketersediaan pasokan menjadi kunci agar harga tetap stabil dan tidak mudah dipermainkan oleh spekulasi pasar.

Pemantauan DPKUKMP di Pasar Besar menunjukkan pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang, kewajaran harga, dan perlindungan daya beli masyarakat.

Bagi publik, langkah ini harus diikuti dengan keterbukaan informasi harga secara berkala. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui kondisi pasar secara jelas dan tidak mudah terpengaruh isu kelangkaan bahan pokok.

Sumber: https://cyrustimes.com/
Baca Artikel Asli